Mungkin, kalau kuceritakan bahaya merokok, semuanya udah pada tahu, bahkan perokok pun sebenarnya lebih jago untuk menjelaskan bahaya merokok karena saking rajinnya juga mereka baca tulisan : “merokok dapat menyebabkan kanker, serangan jantung, hipotensi, dan gangguan kehamilan dan janin”. Tapi, di sini aku tak menceritakan soal bahaya merokok ataupun lain sebagainya karena kupikir, dari segi kesehatan, sudah banyak yang membahas soal itu.
Jadi gini, sedikit cerita, soal hari minggu pagi kemarin, di saat aku bersepeda menuju tempat latihan thifan. Di tengah jalan, kudapati salah seorang kawanku (yang saat ini menjabat sebagai ketua BEM di fakultas kami) asyik merokok. Setengah ga percaya, tapi setelah kusapa dan ternyata memang benar dia. Bukannya apa-apa, saat kusapa itu, terlihat jelas raut wajahnya yang ‘agak’ ketakutan. Dan aku juga terheran dengan rokok yang kemudian disembunyikannya itu. Lalu aku lewat dan dengan santainya aku berujar “ketahuan yaa…”.
Percayalah kawan, bahwa merokok itu akan membuat derajatmu yang tadinya tinggi menjulang, jadi…(ah ga tega ngomongnya..). Tapi serius…se’intelek’ apapun seseorang, ketika ketahuan bahwa dirinya itu merokok, maka ke’intelek’annya itu akan semakin diragukan. Intinya jadi aga ga percaya lagi kalau dia itu intelek. Haha…yang benar saja, kalau saja kau tahu para direktur-direktur perusahaan-perusahaan rokok itu, tak akan ada yang mau merokok. Kenapa? karena mereka tahu efek merokok. Rokok itu bikin candu. Dan mereka tak ingin menikmati akhir hidupnya hanya dengan rokok. Lalu, rokok itu juga membuat wibawa mereka jadi berkurang, seorang pemimpin gitu, mana mau moodnya disetir sama rokok. Itu ‘khusus’ direktur perusahaan rokok. Direktur lain? Ah, aku tak mau ambil pusing, pikirkan saja sendiri…
Oya, lanjut soal cerita kawanku tadi. Kawanku ini kebetulan lagi ngajuin diri jadi ketua BEM UI. Otomatis. Citra harus selalu dijaga. Bahkan sampai hal terkecil sekalipun. Tapi, apa mau dikata. Allah memang selalu menunjukkan hal-hal yang mungkin tak disangka-sangka. Mungkin intensitas rokoknya itu tak sesering anak fakultas lain. Secara,..fakultas kami kan anti asap rokok (asapnya saja diharamkan apalagi rokoknya). Maka dari itu, agak aneh aja ketika dengan lantangnya sang ketua BEM FIK sendiri, yang setiap tanggal 31 mei itu menyuarakan ‘anti tembakau’, ‘anti rokok’ atau sejenisnya lah…tapi dianya sendiri merokok…entahlah..aku tak tahu.
Dan, ketika isu ini beredar…CM2 alias tim suksesnya dia menganggap bahwa hal ini merupakan sebuah black campaign yang dilakukan oleh calon ketua yang lain. Sebenarnya aku tak mau ambil pusing akan hal ini, biarlah…biar saja kawanku ini malu akan perbuatannya sendiri…dan yang lebih anehnya lagi dia mengatakan ke semua orang bahwa terakhir kali dirinya merokok adalah saat SMA. Itu dia katakan di depan banyak orang, kemarin, saat exploring seluruh kandidat ketua BEM UI di FIK UI. Bahkan, untuk hal kecil macam itu saja dia berani berbohong…setelah disumpah dengan Al Quran gituuu…dan dia sendiri bersaksi bahwa apa yang dikatakannya adalah benar…Sebenarnya bisa saja, saat itu aku instruksi dan menjelaskan tentang apa yang kulihat minggu kemarin. Mana mungkin aku salah lihat. Jelas2 hari minggu kemarin dia sendiri menjawab sapaanku dan seketika itu langsung menyembunyikan rokoknya. Asap rokok itu juga masih ada tatkala aku melewatinya sambil naik sepeda…
Ah, mungkin orang itu lagi kumat wahamnya, atau saat itu dia sedang berhalusinasi. Entahlah aku tak tahu. Yang pasti, semua orang tahu bahwa dia telah menunjukkan keburukannya di hadapan banyak orang. Bahwa dia telah berbohong. Di hadapan Quran sekalipun.
Itulah kawan, sikap merokok itu memang didominasi oleh orang-orang yang egois. Karena dia hanya mementingkan asap rokok yang dinikmatinya tanpa memperdulikan bahaya asap rokok itu pada orang lain. Dia tahu tapi tak mampu. Tak mampu mengendalikan asap rokok itu kemana perginya…okelah kalau asap rokok itu dia bungkus kemudian dia buang. Kamipun tak masalah. Toh dia sendiri yang akan merasakan rusaknya paru2 atau organ2 lainnya dalam tubuhnya. Tapi, masalahanya asap rokok itu ga bisa dibungkus. Ya, solusinya jangan ngrokok. Apalagi di depan wanita dan anak kecil. Sudah berapa orang tuh yang dizholimi?
Percayalah kawan, sekali lagi percayalah…bahwa rokok itu akan membuat derajatmu turun dan rendah serendah-rendahnya. Kecuali bila orang itu bertobat dari rokok, dan berusaha untuk berhenti merokok.
Bagusan mana : ” Orang itu hanif sih, tapi sayang dia ngrokok..atau orang itu memang nakal, tapi masih untung dia nggak ngrokok…”
Kalau saya sih mendingan yang opsi kedua. Karena selamanya saya benci dengan asap rokok. Asap Mematikan!!