ice cream masa depan wujudnya dinar *ting

Published November 8, 2011 by blogkartika

Dalam sebuah republik yang namanya rumah tangga di mana kepala presidennya adalah si ayah dan menteri keuangannya adalah si ibu, maka, segala urusan duit menduit adalah urusan si ibu, terlebih lagi jika sang ayah setiap harinya atau setiap tanggal satunya (yang pns) menyerahkan seluruh penghasilannya pada sang istri. Aku sendiri mungkin belum bisa untuk memegang seluruh penghasilan suami di samping aku sendiri juga beum bisa dipercaya untuk mengurus segala keperluan rumah tangga di dalamnya.

Hm, resolusi kami dalam 5 tahun ini adalah memiliki sebuah tempat berteduh yang nyaman dengan lokasi lingkungan yang kondusif. Kemudian aku berfikir jauh ke belakang, alangkah sebuah perjuangan bagi orang tua kami untuk bisa memiliki rumah yang bisa ditempati olehnya dan anak-anaknya. Ternyata dulu yang dialami mereka adalah sebuah perjuangan panjang..Oleh karena itu, kami (aku dan suami) bertekad untuk tidak membeli rumah dengan cara seperti yang dilakukan oleh banyak orang saat ini, yaitu dengan cara memberikan uang muka pada sejumlah pemilik developer sebuah perumahan (DP) kemudian mencicilnya dalam jangka waktu yang diinginkan 5 tahun, 10 tahun, 15 tahun…ow…iya, kalo dalam rentang waktu tersebut tidak ada halangan untuk mencicilnya?Mungkin bagi sebagian orang berfikir bahwa itu adalah sebuah investasi jangka panjang, tapi apalah artinya jika mencicilnya itu menimbulkan sebuah riba?? hmmm..pertanggung jawabannya lebih berat daripada menanggung sebuah omongan orang yang mencemooh kita karna belum memiliki sebuah rumah…

Sejenak ku teringat dengan nasihat seorang bapak yang sedang mengantar anaknya untuk sekolah di sebuah pondok pesantren di karawang, beliau menceritakan kisah perjuangannya untuk bertahan hidup setelah memutuskan keluar dari tempat kerjanya di sebuah bank terkemuka di Indonesia. Saat-saat itu adalah saat pengujian yang paling berat dalam hidupnya. Namun, karena dia berhijrah karena Allah, memutuskan hal tersebt juga karena Allah, dan menyerahkan seluruh masalah hidupnya pada Allah, akhirnya selama dalam jangka waktu 4 tahun, kondisi perekonomian dalam hidupnya mulai mengalami stabil…pertolongan Allah memang, diiringi perasaan tawakkal yang besar. Kemudian beliau mengatakan bahwa, Allah akan mengabulkan permintaan yang kita inginkan jika sedari awal kita memohon kepadanya untuk berada di jalan ini. Seperti misalnya, kita ingin memiliki sebuah rumah dengan cara mencicil, maka Allah pun akan memberikan kita cara membeli rumah dengan cara mencicil. Namun bila kita memohon pada Allah agar bisa membeli rumah dengan cara membayar lunas tanpa terbebas dari hutang, maka Allah pun akan memberikan jalan bagi kita untuk memperoleh rumah dengan cara tanpa hutang dan membayarnya dengan lunas…entah itu dengan tabungan yang kita kumpulkan atau dengan sedekah yang kita berikan pada orang…

Bicara soal tabungan, aku dan suamiku berniat untuk menabung sejumlah dinar bagi masa depan rumah tangga kita nanti. Menabung memang terbagi menjadi 2, dan alangkah baiknya jika menabung kedua-duanya. Yaitu tabungan akhirat dan tabungan duniawi. Tabungan akhirat bisa kita wujudakan dalam bentuk amalan dan sedekah. Tabungan duniawi bisa kita wujudkan dalam bentuk uang, emas, atau dinar. Mengingat sulitnya untuk menyimpan uang sekarang ini (dalam artian jika kita menyimpannya di sebuah bank, maka jatuhnya kita akan ikut memakan uang riba juga) uang kita juga belum tentu tetap utuh karena sekarang nabung dimanapun pasti akan terkena potongan yang besar. Huft…akhirnya aku dan suamiku berniat untuk menginvestasikannya dalam bentuk dinar, yang setiap tahunnya memiliki kenaikan sebesar 10%. Harga jual cepat, terus mengalami kenaikan, insya Allah uang tetap akan utuh kaan..Kemarin, aku dan suamiku mencoba untuk melakukan hitungan secara kasar tentang penghitungan menabung dengan menggunakan dinar. Dengan jumlah uang sekian yang kita tabung setiap bulannya, dikumpulkan untuk membeli dinar, dalam waktu setahun menghasilkan berapa dinar,,kemudian hasilnya kita akumulasi dengan kenaikan harga dinar setiap tahunnya,,wow, ternyata hasilnya menakjubkan….investasi kita bisa bertambah hanya dengan membeli sebuah dinar….jauh dari bunga2 yang kita terima setiap tahunnya pabila kita menabung di bank, belum juga dengan bonus uang haram yang berbentuk riba itu…hiii…

Memang, sekarang itu mimpi mewujudkan sebuah celengan ice cream kami dengan tumpukan dinar di dalamnya. Tapi, insya Allah semua itu kan terwujud bila kita mengusahakannya…dengan tawakkal, dengan doa,..biarlah jadi mimpi saat ini dan menjadi kenyataan nanti…

amiin…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.