Kirana

Published June 23, 2016 by blogkartika

Awal denger kata Kirana itu saat pertama kali denger lagunya dewa 19 di album pandawa 5. Dulu seneng gara2 ikutan brother gue yang saat itu menginjak usia remaja dan mulai seneng ikut2an band2an…ehehe. Apalah gue dulu yang saat itu masih menginjak kelas 3 SD (masih cupu2nya) ihihii… Gini2 dulu juga baladewa..wkwkwk…(kira2  baladewanya sampe beranjak SMA). Naah ternyata, beberapa hari ini gara2 sambil ngerjain tugas iseng2 buka in youtube, ndengerin lagu campur2, mulai dari nasyid sampe pop2 nostalgia, film pendek…nah nemu lagi lagu kirana, yang biasa gue denger karena musiknya enak aja sii,,ehehe…jujur lebih seneng sama lagu2nya dewa 19 yang dulu,,meskipun konon katanya diliputi keluar masuknya anggota dewa 19 yang saat itu sering dilanda masalah.

Eit tapi, mbahas soal lagu kirana ini, di saat gue yang dulu masih2 cupu2nya ini, blas ga bisa nyerep apa arti lagu kirana ini, ditambah lagi videoklipnya ada beberapa yang ternyata memang disensor saat penayangan. Sebenernya agak bahaya juga si untuk ditonton anak seusiaku kala itu, ehehe. Trus iseng2 dong aku buka kamus, kirana tu artinya apa siih…pas buka di kamus bahasa indonesia artinya cahaya, penerangan, kurang lebih begitulah artinya…trus nyambung2in sama candra kirana, nama yang sering disematkan orang2 di belakang nama gueeh…kartika candra kirana, berarti artinya bintang, bulan, bercahaya (arti asal2an ala2 bocah kelas 3 SD)..ihiihi

Oke, kembali ke tema, ternyata lagu kirana ini menyimpan pesan yang lumayan rumit looh..dijelaskan sama clip videonya juga, hingga aku mengerti tentang arti dari lagu ini..pinter juga ya si dhani bikin ginian…secara literaturnya dia banyak…ga asal bikin lagu…(sisi positifnya si bang dhani)..Berdasarkan cerita yang saya baca soal lagu ini, mengisahkan tentang si kirana yang turun dari khayangan, terus melihat satu sisi gemerlapnya dunia…terjunnya koq ya pas di klub malam, dimana di situ berisi orang yang lagi minum2an keras, seks bebas, sampai ke suntik narkoba. As u know bahwa ini bukan lagu tentang cinta antara sepasang laki2 dan perempuan dimana lagu2 saat itu banyak mengisahkan tentang galau2nya orang pacaran…tetapi lagu ini menceritakan orang2 yang kurang kasih sayang (broken home)..sehingga akhirnya terjun ke dunia malam..terlihat di situ lirik yang sering diulang,

“kuingin rasakan cinta…” beneran ini tanda2 orang yang kurang kasih sayang..terus lagi,

“ayah bunda tercinta satu yang tersisa, mengapa kau tiupkan nafasku ke dunia.” Setidaknya ini pesan dari anak2 yang kurang kasih sayang itu,, ibaratnya bertanya begini : wahai orang tua mengapa tidak memberikan kasih sayang yang benar terhadapku sehingga akhirnya aku mencari kesenangan yang lain?

“Semakin jauh ku melangkah, smakin perih jejak langkahku, hariku pun semakin sombong, meski hidup terus berjalan, terus berjalan..” Artinya, meskipun mendekati kesenangan dunia karena kurangnya kasih sayang dari orang2 terdekat, mengapa semakin hampa hidupnya?

Nah ternyata, di akhir clipnya, itu si kirana menembakkan busur2 panahnya pada orang2 yang lalai itu tadi, yang hidup dalam kegelapan itu tadi…

Nah, kemudian beberapa bulan ini, setiap kali si tara ditanya mau adek cewek atau cowok, dia pasti bilangnya adekku nanti 2 kembar, namanya kiran dan tsurayya. Jadi, kapan dong program hamil anak keduanya? ^^

PS : Semoga kita bukanlah termasuk orang2 yang lalai dalam mendidik anak sehingga anak2 atau generasi yag kita lahirkan adalah generasi2 yang selalu mendapatkan cintaNya dan mendapatkan jalan yang terang dalam mengarungi kehidupannya,,

wanita, antara rumah tangga, anak, dan bekerja

Published May 23, 2013 by blogkartika

Akhir2 ini, di socmed,,rame ngomongin masalah ibu rumah tangga, ibu bekerja, ibu lanjut S2, ibu diasuh sama pembantu-lah, ibu diasuh sama orang tua lah…dan semacamnya…Sebenarnya, aku ga mau menjudge bahwa ibu rumah tangga lebih tinggi kedudukannya lah, ibu bekerja lebih hebat lah,,atau sebagainya…Tapi yang pasti, bersyukurlah kita2 ini yang masih memiliki orang tua (ibu terutama) yang dengan senang hati ingin turut membantu mengasuh anak kita (lhoh?)..

Serius, seorang ibu..(mungkin ini lebih dialami oleh ibuku) dari dulu sudah mewanti2..” Nanti nek kamu wes lulus,,kamu kerja ntar anakmu tak urusane”.. Dalam hal ini aku bukan ingin memberatkan ibuku tentang pengasuhan anakku,,sungguh..siapa sih ibu yang ndak ingin ngasuh anaknya sendiri??tentu kita sebagai orang  tua nggak ingin kan kehilangan moment2 spesial di dalam tumbuh kembang anak kita. Melihatnya bisa duduk, bisa teriak2 dengan sesuka hati, senantiasa ingin kita mendekapnya, dsb. Tapi, aku juga tak boleh berfikir sempit bahwa aku juga perlu terus meningkatkan kualitas dan pengetahuanku…Mungkin, mungkin lho ya..ketika aku hanya menyibukkan diriku dengan mengurus anak, dengan rutinitas, aku tidak memutar otakku untuk meningkatkan sosialisasiku dan pengetahuanku..hanya dengan socmed?oh,apalah arti socmed ketika kita berani cuap2 di socmed tp di kehidupan nyata kita tidak bisa menyikapi berbagai macam tipe orang…Aku sendiri pun merasakan bahwa ketika aku kecil dulu, walaupun ibuku full time di rumah tapi ibuku sendiri juga ndak berdiam diri di rumah, mencari kesibukan dengan berjualan atau ikut kegiatan2 masjid atau kegiatan2 di kantor bapak. Karena apa? Ibuku sendiri ndak diijinkan bapak untuk menjadi ibu yang bekerja. Nah, jadi intinya yang terpenting adalah ridho suami bukan? lihatlah apakah suami kita meridhoi kita untuk bekerja atau tidak.

Akhirnya, aku mengeksekusi diriku, menjadi ibu yang bekerja atau menjadi ibu yang bisa jadi pengusaha. Semua ini dilakukan dengan tidak melupakan tugas diriku sebagai ibu rumah tangga. Ingat bahwa menjadi ibu harus bisa segalanya, ketika kita nanti harus menjadi ibu seorang diri tatkala suami sedang bepergian jauh entah kemana, ketika suami sedang sakit kita harus mengurus segalanya, ketika dan ketika entah apa yang akan menimpa hidup kita nantinya…Mencari nafkah adalah tugas wajib suami pada dasarnya, dan mendidik anak (ingat mendidik anak lho, bukan tugas macam mencuci, mengepel, dsb. kalo tugas macam ginian si bisa dibagi2 bareng sama suami) adalah tugas wajib para wanita. Jadi yang perlu digaris bawahi di sini adalah ketika kita tidak melupakan tugas wajib sebagai seorang ibu, lantas apakah wanita bekerja itu selalu dikategorikan lebih rendah dibandingkan ibu bekerja. Okelah, mungkin para ibu rumah tangga yang fulltime ada di rumah akan bilang bahwa kedudukannya lebih tinggi dibandingkan dengan ibu bekerja, pahalanya lebih banyak dan bla2…lalu ketika nantinya ia dihadapkan dengan keadaan suami meninggal misalnya dan ia harus menggantikan tugas sebagai seorang ayah juga sedangkan ia sendiri tak punya penghasilan atau usaha apa2 misalnya, apakah lantas ia harus terburu2 mencari ayah baru buat anak2nya? Jadi, memang tak bisa kita berfikir sempit bahwa ibu rumah tangga itu lebih tinggi kedudukannya dibanding ibu bekerja. Lantas apakah ibu bekerja itu juga tidak memikirkan bagaimana pengasuhan anaknya, bagaimana ia harus membagi waktu untuk kepentingan orang2 yang membutuhkannya dan keluarganya. Hidup itu pilihan…kawan…Ketika kita tak punya orang yang sanggup mengasuh anak kita dan kita memutuskan untuk menjadi ibu rumah tangga sepenuhnya apakah itu salah?tidak. Tak ada yang salah antara mau menjadi ibu bekerja atau ibu yang full di rumah, menjadi ibu yang full di rumah dan bisnis dari rumah,,ini juga lebih hebat lagi…

Jadi kesimpulannya, hidup itu pilihan dan kita sendiri yang berhak memutuskan akan pilihan hidup kita..tentunya dengan selalu memohon pada Allah untuk memberikan yang terbaik bagi jalan hidup kita. begitu kan? Dan setiap keinginan orang tua adalah menjadikan anaknya itu sukses di dunia maupun di akhirat,,terlepas apakah ibu dari si anak ini adalah ibu bekerja ataukah ibu yang full ada di rumah setiap saat…

panggilan masa kecil taRanGGa

Published May 17, 2013 by blogkartika

Tak terasa 14 mei kemarin, putra sulungku tara menginjak usia 1 tahun. Tapi, waktu yang singkat selama setahun kemarin menghasilkan begitu banyak cerita indah saat bersamanya. Tahukah kau apa panggilan tara semasa kecilnya ini ? banyak…yang pertama ada mochi, ini panggilan dari mbak qq tetangga depan rumah yang usianya sekitar 5 menjelang 6 tahun. Saya sendiri ndak terlalu ngerti kenapa qq manggil tara dengan sebutan mochi, mungkin mirip2 kue mochi yang bulet ngliat perawakan tara. Nah yang kedua adalah nduty boy,,ini panggilan dari si abi yang mengatakan bahwa tara ini adalah bayi laki-laki yang gendut dan lucu. Yang ketiga ada ndulky, ini juga panggilan dari abi karna tara kalo pake clodi suka keliatan bulky2 gitu..nah, sering digundul pula waktu jaman masih bayinya. Mungkin itu yang bisa saya sampaikan soal panggilan tara. Untuk selainnya ada banyak : boy2, tar-dut, mas arsyaD(nah yang ini agak keren,,tapi berlaku ntar kalo udah punya adek), tararara…terererett…yuuuw…inilah tara sang komandan para bayi…

Gambar

nama calon bayiku ^^ (biar ndak bingung cari2 nama kalo dedeknya lahir)

Published November 21, 2011 by blogkartika

Berikut ini aku lampirkan nama2 bayi yang akan kupersiapkan untuk menyambut kelahiran putra/putri pertamaku :

Bayi lakilaki pertama : Tarangga Arsyad Waluyo (bintang yang cerdik putranya pak waluyo^^ hehe alias bintang yang cerdik dan sehat)

Bayi lakilaki kedua : Taraka Syaddad Waluyo (bintang yang kuat dan sehat bin waluyo)

Bayi perempuan : Tsurayya Shafyatara (bintang yang suci dan istimewa)

anak2 lucu di sekitar kita…

Published November 8, 2011 by blogkartika

Setelah menikah, aku semakin menyukai kelucuan seorang anak kecil, tak hanya wajahnya, tapi juga perkembangan dan pertumbuhannya..seolah setiap harinya ada sesuatu yang baru begitu menakjubkan yang mereka temui…kepolosan dan keingintahuannya membuat mereka melakukan apa saja tanpa merasa berdosa dan bersalah…

Anak-anak memang dikaruniai fitrah ‘menjadi menggemaskan’…kenapa?karena setiap harinya orang tua dari si anak ini direpotkan dengan mengurus segala keperluannya. Si anak belum bisa makan sendiri, belum bisa cebok sendiri, apa-apa mamah, papah, karna mereka belum bisa melakukan apa-apa secara mandiri…Allah memang Maha Adil..dengan wajah sang anak yang lucu dan menggemaskan, tingkahnya yang menyenangkan, meskipun ada kenakalan, orang tua yang bijak akan selalu mengajari dan membimbing anak-anaknya agar menjadi lebih baik…Itulah mengapa kebaikan orang tua itu tak akan pernah bisa dibalas oleh seorang anak, kenapa? Karena ketika merawatnya, orang tua selalu menyimpan harapan agar anaknya tumbuh menjadi manusia yang bermanfaat…selalu berharap kebaikan. Dan, apa yang dilakukan seorang anak ketika harus merawat orang tuanya yang sudah renta, tak bisa apa-apa, apa yang diharapkan dari seorang anak?Samakah besarnya dengan harapan orang tua ketika merawat anaknya?? Ya, itulah mengapa kebaikan orang tua tak bisa dibalas oleh seorang anak dalam bentuk apapun…

Anak adalah anugrah, namun anak juga bisa menjadi petaka bagi orang tua ketika sang anak ini menjadi anak yang tidak memiliki akhlak yang baik…Banyak nasihat mengatakan bahwa didik anakmu sejak dalam kandunganmu…dan nasihat ini memang benar adanya. Terkadang aku berfikir bahwa, mendapatkan anak yang pintar, cerdas, kuat, dan taat itu untung2an ya,,ada anak yang orangtuanya memiliki kelakuan tidak baik, tapi anaknya hebat, pintar, alim pula. Ada juga yang orangtuanya ustad, anaknya ga karu2an tingkahnya. Tapi yang pasti, semua itu tak lepas dari didikan orang tuanya. Pendidikan orang tua memang pendidikan awalan bagi sang anak bagaimana nanti ia terbentuk menjadi seorang insan yang bermanfaat dunia akhirat atau tidak…

Semoga, anak2 ini, kelak menjadi anak2 yang hebat nantinya…sekarang ini begitu menggemaskan..jadi idolaku dan suamiku…Allah, begitu hebatnya Engkau menciptakan wajah2 yang menawan ini…iyhh..pengen nyubit atu2..

ice cream masa depan wujudnya dinar *ting

Published November 8, 2011 by blogkartika

Dalam sebuah republik yang namanya rumah tangga di mana kepala presidennya adalah si ayah dan menteri keuangannya adalah si ibu, maka, segala urusan duit menduit adalah urusan si ibu, terlebih lagi jika sang ayah setiap harinya atau setiap tanggal satunya (yang pns) menyerahkan seluruh penghasilannya pada sang istri. Aku sendiri mungkin belum bisa untuk memegang seluruh penghasilan suami di samping aku sendiri juga beum bisa dipercaya untuk mengurus segala keperluan rumah tangga di dalamnya.

Hm, resolusi kami dalam 5 tahun ini adalah memiliki sebuah tempat berteduh yang nyaman dengan lokasi lingkungan yang kondusif. Kemudian aku berfikir jauh ke belakang, alangkah sebuah perjuangan bagi orang tua kami untuk bisa memiliki rumah yang bisa ditempati olehnya dan anak-anaknya. Ternyata dulu yang dialami mereka adalah sebuah perjuangan panjang..Oleh karena itu, kami (aku dan suami) bertekad untuk tidak membeli rumah dengan cara seperti yang dilakukan oleh banyak orang saat ini, yaitu dengan cara memberikan uang muka pada sejumlah pemilik developer sebuah perumahan (DP) kemudian mencicilnya dalam jangka waktu yang diinginkan 5 tahun, 10 tahun, 15 tahun…ow…iya, kalo dalam rentang waktu tersebut tidak ada halangan untuk mencicilnya?Mungkin bagi sebagian orang berfikir bahwa itu adalah sebuah investasi jangka panjang, tapi apalah artinya jika mencicilnya itu menimbulkan sebuah riba?? hmmm..pertanggung jawabannya lebih berat daripada menanggung sebuah omongan orang yang mencemooh kita karna belum memiliki sebuah rumah…

Sejenak ku teringat dengan nasihat seorang bapak yang sedang mengantar anaknya untuk sekolah di sebuah pondok pesantren di karawang, beliau menceritakan kisah perjuangannya untuk bertahan hidup setelah memutuskan keluar dari tempat kerjanya di sebuah bank terkemuka di Indonesia. Saat-saat itu adalah saat pengujian yang paling berat dalam hidupnya. Namun, karena dia berhijrah karena Allah, memutuskan hal tersebt juga karena Allah, dan menyerahkan seluruh masalah hidupnya pada Allah, akhirnya selama dalam jangka waktu 4 tahun, kondisi perekonomian dalam hidupnya mulai mengalami stabil…pertolongan Allah memang, diiringi perasaan tawakkal yang besar. Kemudian beliau mengatakan bahwa, Allah akan mengabulkan permintaan yang kita inginkan jika sedari awal kita memohon kepadanya untuk berada di jalan ini. Seperti misalnya, kita ingin memiliki sebuah rumah dengan cara mencicil, maka Allah pun akan memberikan kita cara membeli rumah dengan cara mencicil. Namun bila kita memohon pada Allah agar bisa membeli rumah dengan cara membayar lunas tanpa terbebas dari hutang, maka Allah pun akan memberikan jalan bagi kita untuk memperoleh rumah dengan cara tanpa hutang dan membayarnya dengan lunas…entah itu dengan tabungan yang kita kumpulkan atau dengan sedekah yang kita berikan pada orang…

Bicara soal tabungan, aku dan suamiku berniat untuk menabung sejumlah dinar bagi masa depan rumah tangga kita nanti. Menabung memang terbagi menjadi 2, dan alangkah baiknya jika menabung kedua-duanya. Yaitu tabungan akhirat dan tabungan duniawi. Tabungan akhirat bisa kita wujudakan dalam bentuk amalan dan sedekah. Tabungan duniawi bisa kita wujudkan dalam bentuk uang, emas, atau dinar. Mengingat sulitnya untuk menyimpan uang sekarang ini (dalam artian jika kita menyimpannya di sebuah bank, maka jatuhnya kita akan ikut memakan uang riba juga) uang kita juga belum tentu tetap utuh karena sekarang nabung dimanapun pasti akan terkena potongan yang besar. Huft…akhirnya aku dan suamiku berniat untuk menginvestasikannya dalam bentuk dinar, yang setiap tahunnya memiliki kenaikan sebesar 10%. Harga jual cepat, terus mengalami kenaikan, insya Allah uang tetap akan utuh kaan..Kemarin, aku dan suamiku mencoba untuk melakukan hitungan secara kasar tentang penghitungan menabung dengan menggunakan dinar. Dengan jumlah uang sekian yang kita tabung setiap bulannya, dikumpulkan untuk membeli dinar, dalam waktu setahun menghasilkan berapa dinar,,kemudian hasilnya kita akumulasi dengan kenaikan harga dinar setiap tahunnya,,wow, ternyata hasilnya menakjubkan….investasi kita bisa bertambah hanya dengan membeli sebuah dinar….jauh dari bunga2 yang kita terima setiap tahunnya pabila kita menabung di bank, belum juga dengan bonus uang haram yang berbentuk riba itu…hiii…

Memang, sekarang itu mimpi mewujudkan sebuah celengan ice cream kami dengan tumpukan dinar di dalamnya. Tapi, insya Allah semua itu kan terwujud bila kita mengusahakannya…dengan tawakkal, dengan doa,..biarlah jadi mimpi saat ini dan menjadi kenyataan nanti…

amiin…

hamil … ‘harus ngemil’ kalo laper…!!

Published November 2, 2011 by blogkartika

Kurang lebih seminggu yang lalu, di tengah tidur lelapku..aku terbangun, jam menunjukkan pukul 12 malam…tiba-tiba, aku terbayang sebuah roti isi meses yang pernah dibelikan suamiku saat kontrol kehamilanku. Membayangkan betapa lezatnya roti itu…hmmm…lalu aku membangunkan suamiku yang juga terlelap di sebelahku,

“mas..aiko pengen roti sendawa ni beli dimana ya…”

sambil berharap suamiku akan membelikannya untukku meski kutahu hal itu tak mungkin dilakukan mengingat saat itu tengah malam. Aku berusaha untuk mengalihkan keinginanku itu dengan melanjutkan tidurku…tapi, yang terjadi adalah aku semakin membayangkan kenikmatan rasa roti itu…gawat..inikah yang dinamakan ngidam??akhirnya aku terbawalah ke alam mimpi yang membawaku ke tempat yang menjual roti tersebut…sejenak ku terbangun kembali,,ternyata mimpi..kembali aku membangunkan suamiku.

“mas..laper…” kataku, meski ku tahu hal itu akan mengganggu tidurnya…

“dimakanin wafer coklat aja ya, mau nggak” kata suamiku yang kemudian segera mengambilkan wafer coklat di kulkas yang kuminta beberapa hari yang lalu..

Kemudian aku memakannya sejumlah hilangnya rasa laparku…Pagi harinya aku mengingat kejadian yang terjadi di tengah malam itu…sambil tertawa-tawa merasakan ternyata, ngidam tu begitu ya rasanya..pinginnya luar biasa, tapi makannya cuma dikit aja udah, yang penting kesampaian. Atau kalo istilahnya orang jawa ‘tombo pengen’ buat ngilangin rasa ngidam tu…tapi, sebagai istri, aku harus tahu diri kalau rasa ngidam itu tak bisa dipenuhi..kasian kan suami..

Belajar dari hal tersebut, cemilan memang harus dibawa oleh orang yang sedang hamil..takut kalo sewaktu-waktu si dedek minta..ga ada makanan kan gawat..kalaupun ngidam, makanin aja makanan yang lain tar juga ilang…Terkadang, aku berimajinasi bahwa, apakah ngidam itu berarti si dedek yang di dalem perut pengen nyobain makanan-makanan yang disukai ibunya ya?? Bener lho, tiba2 aja kadang suka nyeletuk ‘makan tahu gejrot enak kali ya, ato mi pangsit bikinan si itu, nasi goreng di tempat itu juga enak,,dan blablabla…tapi ah…semua itu memang sugesti juga kadang, sampe2  bingung ini sebenernya maunya dedek apa ibunya ya??hehehe…